Proyek Panggung Seni yang tak tuntas

“ Ini bangunan apa?. Kalau untuk lantai jemur, mana gudangnya? “ ujar Sunan asal kota Palembang.........

Friday, February 27, 2026

Bupati Empat Lawang Takziah ke Rumah Duka Almarhum H. Alex Noerdin, Sampaikan Doa dan Belasungkawa Mendalam

Empat Lawang UKN

Suasana duka yang mendalam menyelimuti rumah duka almarhum H. Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan yang telah meninggalkan jejak besar dalam sejarah pembangunan daerah tersebut. Kehadiran para tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta berbagai elemen masyarakat di kediaman almarhum, menunjukkan rasa hormat yang tulus atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Sumatera Selatan dalam dua periode berturut-turut. Salah satu yang hadir adalah Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, yang datang langsung untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan doa serta belasungkawa kepada keluarga besar almarhum.

H. Alex Noerdin adalah sosok pemimpin yang dikenal luas karena berbagai kontribusinya dalam memajukan Provinsi Sumatera Selatan. Selama dua periode menjabat sebagai gubernur (2008–2018), beliau tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berusaha mengangkat derajat ekonomi masyarakat, memperkuat sektor pendidikan, dan menjaga kestabilan politik daerah. Kematian beliau pada usia yang cukup produktif meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang ramah dan peduli terhadap kemajuan daerah, turut merasakan kehilangan tersebut. Kehadiran beliau ke rumah duka almarhum H. Alex Noerdin diiringi oleh sang istri, Hj. Heppy Sapriani, menjadi simbol dari solidaritas dan empati yang mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan. Keduanya dengan penuh ketulusan hadir untuk memberikan dukungan moral dan spiritual.

Seperti yang terlihat, suasana rumah duka dipenuhi oleh pelayat yang datang dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat, politisi, dan pejabat daerah hadir dalam jumlah besar, menunjukkan betapa besar rasa hormat mereka terhadap almarhum. Mereka datang untuk mengenang jasa-jasa H. Alex Noerdin, serta memberikan doa agar almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan.

Namun, di antara sekian banyak tokoh yang hadir, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad bersama istrinya menjadi sorotan. Kedua pemimpin daerah ini datang bukan hanya sebagai pelayat, tetapi juga sebagai wakil masyarakat Empat Lawang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang sudah banyak berjasa bagi Sumatera Selatan.

Dalam suasana penuh haru tersebut, Bupati Joncik Muhammad menyampaikan doa dan belasungkawa yang mendalam. Ia terlihat berdiri di samping keluarga almarhum, menyampaikan kata-kata yang penuh empati dan pengharapan. “Kepergian almarhum H. Alex Noerdin adalah kehilangan besar, bukan hanya untuk keluarga beliau, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Sumatera Selatan, termasuk kami di Empat Lawang,” ujar Joncik Muhammad dengan wajah penuh keprihatinan.

Almarhum H. Alex Noerdin bukan hanya dikenal sebagai seorang pemimpin yang bijaksana, tetapi juga sebagai seorang yang memiliki visi besar dalam memajukan daerah. Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Selatan mengalami berbagai perubahan signifikan. Pembangunan infrastruktur yang masif, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan sektor ekonomi menjadi beberapa aspek yang terus dikenang.

Sebagai contoh, almarhum memimpin pembangunan Jembatan Musi VI yang menjadi ikon penting di Palembang, serta mendirikan berbagai proyek yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya itu, H. Alex Noerdin juga memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki fasilitas kesehatan di daerah-daerah yang selama ini tertinggal. Berbagai kebijakan yang beliau buat selama menjabat sebagai gubernur memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat, dan itu masih bisa dirasakan hingga saat ini.

Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, dalam kesempatan tersebut juga menyoroti pentingnya kontribusi almarhum dalam pembangunan di kawasan Empat Lawang. “Kami sangat merasakan betul manfaat dari berbagai kebijakan yang dicanangkan oleh beliau. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi kami semua,” tuturnya dengan suara yang penuh rasa hormat.

Selain memberikan penghormatan, takziah Bupati Empat Lawang juga diwarnai dengan doa dan harapan. Sebagai seorang pemimpin daerah, Joncik Muhammad mengungkapkan harapannya agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. “Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Joncik dengan penuh keikhlasan.

Takziah yang dilakukan oleh Bupati Empat Lawang ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghargai jasa-jasa pemimpin yang telah berjasa bagi masyarakat. H. Alex Noerdin adalah sosok yang telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa untuk daerah ini, dan kepergiannya meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang pernah bekerja sama dengannya.

Kehadiran Bupati Empat Lawang ke rumah duka juga menjadi simbol dari solidaritas antar daerah. Meskipun Empat Lawang dan Palembang merupakan dua daerah yang berbeda, namun kedekatan antara kedua pemimpin ini menunjukkan adanya ikatan kuat antara mereka. Bupati Joncik Muhammad tidak hanya hadir sebagai pelayat, tetapi juga sebagai sahabat dan rekan sejalan dalam pembangunan Sumatera Selatan.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami, bahwa walaupun kami berada di daerah yang berbeda, namun kami merasa kehilangan yang sama. H. Alex Noerdin bukan hanya milik Palembang, tetapi milik seluruh masyarakat Sumatera Selatan,” ungkap Joncik.

Solidaritas ini mencerminkan pentingnya hubungan antar pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat kerjasama untuk kemajuan bersama. Kehadiran para pejabat daerah yang ikut memberikan penghormatan terakhir juga menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga meski dalam kesedihan.

Lebih dari sekadar pertemuan untuk memberi penghormatan, takziah yang dilakukan oleh Bupati Empat Lawang juga membawa pesan moral yang dalam. Kehilangan adalah bagian dari kehidupan yang tak bisa dihindari, namun bagaimana kita menghargai dan mengenang jasa-jasa yang telah diberikan oleh seseorang adalah hal yang lebih penting.

Takziah ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap kepergian, ada banyak pelajaran yang bisa diambil. Almarhum H. Alex Noerdin meninggalkan warisan yang tak ternilai harganya, dan melalui doa serta penghormatan yang diberikan oleh Bupati Empat Lawang, kita semua diingatkan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian bagi kemajuan daerah, apapun posisi kita.

Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian hidup ini. (TIM)

Share:

Subhanallah! Pagi Penuh Berkah di SDN 10 Tebing Tinggi, Ratusan Siswa Serentak Sholat Dhuha dan Baca Yasin di Bulan Ramadhan

Empat Lawang UKN

Suasana berbeda tampak di halaman SD Negeri 10 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, pada Jumat pagi, 27 Februari 2026. Di tengah sejuknya udara Ramadhan, ratusan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 bersama para guru melaksanakan sholat dhuha berjemaah dengan penuh kekhusyukan. Pemandangan itu bukan sekadar rutinitas ibadah biasa, melainkan bagian dari pembinaan karakter religius yang terus digalakkan pihak sekolah.

Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa telah bersiap dengan mukena dan perlengkapan sholat masing-masing. Barisan anak-anak yang biasanya riuh dengan canda, pagi itu tampak tertib dan tenang. Guru-guru mengarahkan dengan sabar, memastikan saf tersusun rapi. Lantunan niat dan takbir menggema lembut, menyatu dengan semangat Ramadhan yang membawa kesejukan spiritual di lingkungan sekolah.

Kegiatan sholat dhuha berjemaah ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk kebiasaan baik sejak dini. Di usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada dalam fase emas pembentukan karakter. Apa yang ditanamkan hari ini akan menjadi pondasi bagi masa depan mereka.

Kepala sekolah Marlin Suryani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni Ramadhan, tetapi merupakan bagian dari program pembiasaan ibadah di sekolah.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka bulan Ramadhan dan sekaligus memperkenalkan serta mempraktikkan bagaimana cara sholat dhuha bagi peserta didik, khususnya siswa SD Negeri 10. Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga benar-benar bisa melaksanakannya,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata. Nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui sholat dhuha berjemaah, siswa belajar tentang ketertiban, kekompakan, serta kekhusyukan dalam beribadah.

Sholat dhuha sendiri merupakan salah satu sholat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, sholat dhuha juga diyakini membuka pintu rezeki dan mempermudah segala urusan. Dengan membiasakan siswa melaksanakan sholat dhuha, sekolah berharap nilai-nilai kebaikan tersebut tertanam kuat dalam diri anak-anak.

Tak hanya sholat dhuha, setiap Jumat pihak sekolah juga rutin mengadakan pembacaan Surah Yasin bersama. Tradisi ini telah menjadi agenda tetap yang dinanti-nantikan para siswa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca bersama-sama menciptakan suasana religius yang menyentuh hati.

“Selain sholat dhuha, setiap Jumat kami juga mengadakan pembacaan Yasin bersama. Ini menjadi bagian dari pembinaan rohani anak-anak agar mereka semakin dekat dengan Al-Qur’an,” tambah Ibu Marlin.

Suasana pembacaan Yasin pagi itu terasa begitu khidmat. Anak-anak membaca dengan suara lantang namun tetap tertib. Guru-guru mendampingi, membetulkan tajwid dan pelafalan jika ada yang kurang tepat. Tidak sedikit orang tua yang merasa bangga melihat perubahan positif pada anak-anak mereka setelah mengikuti kegiatan rutin ini.

Salah satu guru agama di sekolah tersebut, Rahayu, turut memberikan siraman rohani sebagai penutup kegiatan. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya menjaga sholat, berbuat baik kepada orang tua, serta memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal kebaikan.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Anak-anak harus belajar sejak sekarang untuk mencintai sholat dan Al-Qur’an. Jika sejak kecil sudah terbiasa, insyaAllah hingga dewasa akan tetap istiqamah,” tutur beliau dalam ceramah singkatnya.

Siraman rohani tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Anak-anak tampak menyimak dengan penuh perhatian. Sesekali terdengar jawaban serempak ketika guru memberikan pertanyaan ringan seputar makna puasa dan pentingnya berbuat baik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara guru dan murid. Ibadah yang dilakukan bersama menciptakan kedekatan emosional yang lebih dalam dibandingkan interaksi di ruang kelas biasa. Di momen seperti inilah nilai keteladanan benar-benar terlihat. Anak-anak tidak hanya mendengar nasihat, tetapi juga melihat langsung praktik ibadah yang dicontohkan para guru.

Masyarakat sekitar pun memberikan apresiasi terhadap kegiatan positif tersebut. Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, pembinaan karakter berbasis agama dianggap sebagai langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

Program pembiasaan ibadah ini sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan peserta didik yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat. Pendidikan karakter menjadi prioritas utama, karena keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari sikap dan perilaku sehari-hari.

Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat program ini. Suasana spiritual yang memang sedang meningkat di tengah masyarakat dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan secara lebih intensif. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan variasi program keagamaan lainnya.

Bagi para siswa, pengalaman sholat dhuha berjemaah di sekolah menjadi kenangan yang membekas. Mereka belajar bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar matematika dan bahasa, tetapi juga tempat menumbuhkan iman dan takwa.

Senyum polos dan wajah-wajah ceria usai kegiatan menjadi bukti bahwa pembelajaran spiritual dapat dikemas dengan suasana menyenangkan. Anak-anak kembali ke kelas dengan hati yang lebih tenang, siap mengikuti pelajaran dengan semangat baru.

Apa yang dilakukan SD Negeri 10 Tebing Tinggi patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di Kabupaten Empat Lawang. Di tengah arus modernisasi, menjaga nilai-nilai religius sejak usia dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. Di SD Negeri 10 Tebing Tinggi, semangat itu nyata terasa. Dari saf-saf kecil yang tersusun rapi, dari lantunan Yasin yang menggema, hingga siraman rohani yang menyentuh hati - semuanya menjadi bukti bahwa generasi Qurani sedang tumbuh di Bumi Empat Lawang.

Dan Jumat pagi itu, menjadi saksi bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang menyentuh hati. (TIM)

 

 

 

 

Share:

Tuesday, February 24, 2026

Membangun Kebersamaan dan Keakraban di Bulan Suci, Bupati Empat Lawang Safari Ramadhan di Masjid Jamik Kecamatan Muara Pinang

Empat Lawang UKN

Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang penuh berkah dan kebersamaan. Di Kabupaten Empat Lawang, suasana Ramadan tahun ini terasa begitu hangat, dengan adanya kegiatan Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Jamik, Desa Sapa Panjang, Kecamatan Muara Pinang. Kegiatan yang berlangsung pada Senin malam (23 Februari 2026) ini tidak hanya menjadi ajang untuk beribadah, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Empat Lawang, serta beberapa instansi vertikal dan Ketua TP-PKK, menyapa langsung masyarakat setempat. Kehadiran mereka di Masjid Jamik menjadi simbol nyata kebersamaan pemerintah daerah dengan masyarakat di bulan yang penuh ampunan ini.

Safari Ramadhan Pemkab Empat Lawang kali ini menjadi salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga. Sejak kedatangan rombongan bupati dan para pejabat daerah, suasana masjid menjadi penuh kehangatan. Ratusan warga yang hadir menyambut dengan penuh antusias, bersalaman dan berbincang ringan dengan para pejabat yang hadir. Hal ini menggambarkan betapa eratnya hubungan antara masyarakat dan pemerintah yang terjalin dalam suasana yang penuh keakraban.

Bupati H. Joncik Muhammad mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. “Kegiatan safari Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi lebih sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati yang dikenal dekat dengan rakyat ini.

Selain untuk silaturahmi, acara ini juga menjadi ajang untuk berbagi, yang tercermin dalam pemberian bantuan kepada Masjid Jamik. Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Bupati memberikan bantuan sebesar 10 juta rupiah untuk mendukung pembangunan dan operasional masjid. Bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas masjid, sehingga umat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.

Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Joncik menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh semangat persatuan antara pemerintah dan masyarakat. “Bulan Ramadhan ini adalah momen untuk meningkatkan kepedulian sosial, saling berbagi, dan mempererat hubungan antar sesama. Kita harus selalu ingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun daerah,” tegasnya.

Bantuan senilai 10 juta rupiah yang diberikan kepada Masjid Jamik Desa Sapa Panjang merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pembangunan fasilitas publik. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masjid dapat terus berfungsi sebagai tempat ibadah yang nyaman bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya untuk kegiatan sholat berjamaah, tetapi juga untuk berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas spiritual warga.

Bupati Joncik Muhammad juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengatakan, bahwa salah satu tujuan utama dari Safari Ramadhan ini adalah agar pemerintah dapat mendengar langsung aspirasi dan keluhan masyarakat. “Kami ingin terus hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan rutin menggelar kegiatan Safari Ramadhan setiap tahun. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta ikatan emosional yang lebih kuat antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga segala permasalahan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dan gotong royong.

Selain itu, kegiatan Safari Ramadhan ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal para pejabat daerah secara langsung. Masyarakat dapat menyampaikan berbagai usulan atau kritik dengan cara yang santai dan penuh keakraban, yang tentunya akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Safari Ramadhan juga merupakan momen yang tepat untuk merayakan keberagaman yang ada di Kabupaten Empat Lawang. Berbagai latar belakang etnis, budaya, dan agama yang ada di wilayah ini dapat bersatu dalam satu tujuan, yaitu meningkatkan kualitas hidup melalui semangat kebersamaan dan persatuan.

Di tengah-tengah acara, terlihat jelas bagaimana masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang berkumpul dengan penuh semangat. Bupati Joncik Muhammad dalam pidatonya mengajak seluruh warga untuk terus menjaga keharmonisan dalam keberagaman, karena di bulan suci Ramadhan ini, perbedaan bukanlah halangan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun kedamaian.

“Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita tinggalkan segala perbedaan dan fokus untuk mempererat hubungan kita, baik antar sesama warga maupun antara pemerintah dan masyarakat,” ajak Bupati dalam pidatonya yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para jamaah.

Safari Ramadhan di Masjid Jamik Desa Sapa Panjang ini bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi simbol dari semangat kebersamaan yang ingin terus dipelihara oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan semakin terjalin komunikasi yang harmonis dan terbuka antara pemerintah dan masyarakat, serta membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.

Bupati Joncik Muhammad menutup acara dengan harapan besar. Ia berharap agar seluruh masyarakat Kabupaten Empat Lawang dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial, baik dalam bulan Ramadhan ini maupun di luar bulan suci. “Mari kita semua saling mendukung, memperkuat ikatan persaudaraan, dan bekerja sama untuk mewujudkan Empat Lawang yang lebih baik,” tutupnya.

Safari Ramadhan di Kecamatan Muara Pinang kali ini memang menjadi momentum yang penuh makna. Bukan hanya sekadar untuk beribadah, tetapi lebih dari itu, kegiatan ini menggambarkan bagaimana pemerintah dan masyarakat saling bahu-membahu dalam menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan sejahtera. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan Kabupaten Empat Lawang dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya. (TIM)

Share:

Monday, February 9, 2026

“Terkuak! Hasil Monitoring Pamsimas di Kec. Pasemah Air Keruh Kab. Empat Lawang, Ada yang Masih Berfungsi Tapi Sebagian Rusak Diterjang Banjir”

Empat Lawang UKN

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) akhirnya melakukan langkah serius menindaklanjuti temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumatera Selatan terkait program penyediaan air minum berbasis masyarakat atau Pamsimas di sejumlah desa. Monitoring tersebut dilakukan langsung di Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan monitoring terhadap Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAM) ini digelar pada 9 Februari 2026 di Aula Kantor Camat Pasemah Air Keruh. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa yang menjadi lokasi program Pamsimas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pemberdayaan DPMD Kabupaten Empat Lawang, Andi, bersama tim monitoring. Selain itu, Susanto, Camat Pasemah Air Keruh juga hadir bersama delapan kepala desa dari wilayah tersebut serta para ketua KPSPAM dari masing-masing desa.

Monitoring ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari temuan pemeriksaan yang sebelumnya disampaikan oleh BPK RI. Temuan tersebut berkaitan dengan keberadaan dan kondisi program Pamsimas di beberapa desa yang ada di Kecamatan Pasemah Air Keruh.

Kabid Pemberdayaan DPMD Kabupaten Empat Lawang, Andi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menindaklanjuti hasil audit lembaga negara tersebut. Menurutnya, langkah ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa fasilitas Pamsimas yang telah dibangun benar-benar ada, berfungsi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

 

“Alhamdulillah hari ini kami telah melaksanakan monitoring KPSPAM di Kecamatan Pasemah Air Keruh. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberadaan program Pamsimas di desa-desa yang ada di kecamatan ini,” ujar Andi saat menyampaikan laporan hasil kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa dari hasil monitoring yang dilakukan tim di delapan desa tersebut, pihaknya memperoleh gambaran cukup jelas mengenai kondisi terkini fasilitas Pamsimas. Sebagian sistem penyediaan air minum tersebut masih berfungsi dengan baik dan tetap dimanfaatkan oleh masyarakat.

Namun di sisi lain, tim monitoring juga menemukan beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan. Salah satu penyebab utama kerusakan tersebut adalah bencana alam, khususnya banjir yang merusak jaringan perpipaan.

“Kami melihat ada Pamsimas yang masih beroperasi dan layak pakai. Tetapi ada juga yang sudah rusak, terutama pada bagian perpipaan akibat banjir dan faktor lainnya,” jelasnya.

Menurut Andi, kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pemerintah desa agar ke depan dapat dilakukan perbaikan maupun langkah pemeliharaan yang lebih optimal. Dengan demikian, program yang telah dibangun menggunakan dana pemerintah tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Program Pamsimas sendiri merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat pedesaan terhadap air minum layak dan sanitasi yang aman. Melalui program ini, masyarakat desa diharapkan dapat memperoleh fasilitas air bersih yang dikelola secara mandiri melalui kelompok pengelola yang disebut KPSPAM.

Karena itu, keberadaan KPSPAM menjadi kunci keberhasilan program ini. Kelompok tersebut bertugas mengelola, merawat, serta memastikan sistem penyediaan air minum tetap berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Andi menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini harus dilakukan agar temuan dari BPK RI tidak terus berulang setiap tahun. Ia menyebutkan bahwa temuan yang disampaikan lembaga audit negara tersebut saat ini masih bersifat administratif.

Artinya, temuan tersebut lebih berkaitan dengan kelengkapan data, laporan, serta kepastian keberadaan fasilitas yang sebelumnya telah dibangun melalui program pemerintah.

“Kegiatan ini harus kami laksanakan, sebab jika tidak dilakukan maka hal tersebut akan terus muncul menjadi temuan BPK RI. Namun perlu kami sampaikan bahwa temuan ini masih bersifat administratif,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para kepala desa dan ketua KPSPAM juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi nyata yang mereka hadapi di lapangan. Beberapa di antaranya menjelaskan bahwa kerusakan jaringan pipa terjadi akibat faktor alam seperti banjir yang kerap melanda wilayah Pasemah Air Keruh.

Selain itu, keterbatasan anggaran pemeliharaan juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola di tingkat desa dalam menjaga keberlangsungan fasilitas Pamsimas.

Meski demikian, pemerintah daerah berharap adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah desa, kelompok pengelola, serta masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut. Dengan kerja sama yang baik, program air bersih ini diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat pedesaan.

Camat Pasemah Air Keruh, Susanto, dalam kesempatan yang sama juga mengapresiasi langkah DPMD Kabupaten Empat Lawang yang turun langsung melakukan monitoring. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kondisi fasilitas Pamsimas sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai kendala yang dihadapi.

Ia berharap hasil monitoring tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah lanjutan, baik dalam bentuk perbaikan infrastruktur maupun peningkatan kapasitas pengelola di tingkat desa.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan program Pamsimas di Kecamatan Pasemah Air Keruh dapat terus diperbaiki dan dimaksimalkan. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap fasilitas yang telah dibangun benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa di Kabupaten Empat Lawang. (TIM)

Share:

Tuesday, January 20, 2026

WOW! Sejarah Baru di Empat Lawang: Siswa SMP Ini Pilih Ketua OSIS Pakai E-Voting, Hasilnya Langsung Muncul di Layar!

Empat Lawang UKN

Kabupaten Empat Lawang kembali mencatatkan sejarah baru di dunia pendidikan. Untuk pertama kalinya, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah ini dilaksanakan dengan sistem elektronik voting (e-voting). Inovasi yang terbilang berani dan futuristik ini dilaksanakan oleh SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, pada Senin, 19 Januari 2026.

Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak berbeda dari biasanya. Antusiasme terpancar dari wajah para siswa kelas 1 hingga kelas 3 yang berbaris rapi menunggu giliran memasuki bilik suara. Namun, bilik suara yang mereka tuju bukanlah bilik dengan kertas suara seperti pemilihan konvensional. Kali ini, para siswa dihadapkan pada sebuah laptop yang telah terpasang aplikasi e-voting khusus untuk pemilihan OSIS.

Dengan penuh rasa penasaran dan semangat demokrasi, satu per satu siswa maju ke depan. Mereka menentukan pilihan dengan mengklik gambar pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS sesuai hati nurani masing-masing. Prosesnya sederhana, cepat, dan modern—namun tetap sarat nilai pendidikan demokrasi.

Guru pembina OSIS sekaligus pencetus dan pembuat aplikasi e-voting, Pak Romzi, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar mudah dipahami oleh siswa sekaligus transparan. Menurutnya, penerapan e-voting bukan hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran demokrasi yang relevan dengan zaman digital.

“Anak-anak sekarang hidup di era teknologi. Maka pendidikan demokrasi juga harus menyesuaikan. E-voting ini melatih mereka untuk jujur, bertanggung jawab, dan melek teknologi,” ujar Pak Romzi.

Dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026–2027, terdapat tiga pasangan kandidat yang telah melalui tahapan seleksi dan masa kampanye. Ketiga pasangan tersebut adalah:

 Nomor Urut 1: Kania Naflah Zairah dan Safitri

 Nomor Urut 2: Jahca Pratama dan Gandi Prayogi

 Nomor Urut 3: M. Gobang dan Meylina

Sebelum hari pemilihan, seluruh kandidat telah melaksanakan kampanye terbuka dengan memaparkan visi, misi, serta program kerja mereka kepada seluruh siswa. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pendidikan politik sejak dini, agar siswa memahami pentingnya memilih pemimpin berdasarkan gagasan dan program, bukan sekadar popularitas.

Keunikan utama dari sistem e-voting ini terlihat setelah proses pemungutan suara selesai. Hasil perolehan suara langsung muncul di layar monitor dan dapat disaksikan oleh seluruh siswa dan guru yang hadir. Tidak ada perhitungan manual, tidak ada penundaan, dan tidak ada keraguan soal transparansi.

Berdasarkan hasil pemilihan, diperoleh perolehan suara sebagai berikut:

 Kania Naflah Zairah dan Safitri memperoleh 55 suara (18%)

 Jahca Pratama dan Gandi Prayogi memperoleh 113 suara (37%)

 M. Gobang dan Meylina memperoleh 139 suara (45%)

Dengan hasil tersebut, M. Gobang dan Meylina resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Negeri 5 Tebing Tinggi periode 2026–2027. Sementara dua pasangan kandidat lainnya tetap dilibatkan dalam kepengurusan OSIS dan menempati jabatan strategis lainnya, sebagai bentuk pembelajaran kolaborasi dan kebersamaan.

Kepala SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Ibu Yusmiati, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas suksesnya pelaksanaan pemilihan OSIS berbasis e-voting ini. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata pembelajaran demokrasi yang aplikatif dan inovatif.

“Alhamdulillah, hari ini kami telah selesai melaksanakan pembelajaran demokrasi melalui pemilihan Ketua OSIS secara e-voting. Sebelumnya para kandidat sudah melaksanakan masa kampanye untuk mensosialisasikan program mereka masing-masing,” ujar Ibu Yusmiati kepada awak media.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi dalam pemilihan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa. Menariknya, hasil perolehan suara dapat langsung ditampilkan di layar monitor, yang menurutnya merupakan bagian dari bantuan sarana teknologi dari Presiden Republik Indonesia.

“Karena ini e-voting, hasilnya bisa langsung dilihat di layar monitor. Anak-anak sangat antusias dan belajar bahwa demokrasi itu jujur, terbuka, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Ibu Yusmiati berharap kegiatan pemilihan OSIS berbasis e-voting ini dapat dilestarikan dan dikembangkan di SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, bahkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Empat Lawang.

Pemilihan ini kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus OSIS masa bakti 2026–2027, menandai awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi sekolah.

Dengan terobosan ini, SMP Negeri 5 Tebing Tinggi membuktikan bahwa sekolah di daerah pun mampu menjadi pelopor inovasi pendidikan, sekaligus menanamkan nilai demokrasi sejak dini dengan cara yang modern, transparan, dan inspiratif. (TIM)

Share:

Tuesday, January 6, 2026

Bukan Sekadar Upacara! Bupati Joncik Muhammad Tegaskan Kerukunan sebagai “Energi Bangsa” di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Empat Lawang

 Empat Lawang – UKN

Suasana khidmat bercampur semangat kebangsaan terasa kuat di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Empat Lawang, Senin pagi (5/1/2026). Ratusan peserta dari berbagai unsur memadati lokasi untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun, upacara kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di bawah kepemimpinan langsung Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, peringatan HAB menjadi panggung penegasan pentingnya kerukunan umat sebagai fondasi kokoh Indonesia yang damai.



Sejak pagi, barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kabupaten Empat Lawang telah tersusun rapi. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, instansi vertikal, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para tamu undangan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini seolah menjadi simbol nyata dari semangat sinergi yang diusung dalam peringatan HAB ke-80 tahun ini.

Mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai”, upacara peringatan HAB ke-80 terasa relevan dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dengan penuh penekanan dan penghayatan.

Dalam sambutan tersebut, pesan tentang kerukunan menjadi sorotan utama. Kerukunan, menurut Menteri Agama, bukanlah konsep pasif yang hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik. Lebih dari itu, kerukunan adalah kekuatan aktif yang mampu menggerakkan bangsa menuju kemajuan.

“Kerukunan bukan sekadar kondisi tanpa konflik. Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ungkap Bupati Joncik Muhammad saat membacakan sambutan tersebut.

Pernyataan ini mendapat perhatian serius dari para peserta upacara. Di tengah tantangan global, perbedaan pandangan, serta derasnya arus informasi di era digital, pesan tentang kerukunan terasa semakin penting dan mendesak. Kerukunan bukan lagi sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa.

Lebih lanjut, Bupati Joncik menegaskan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah memainkan peran strategis sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Peran tersebut bukan hanya hadir dalam wacana, tetapi diwujudkan melalui program dan kebijakan konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Selama 80 tahun, Kementerian Agama konsisten hadir sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama dalam bingkai kebangsaan. Peran itu diwujudkan melalui penguatan pendidikan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga transformasi digital layanan keagamaan yang manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Transformasi digital menjadi salah satu poin penting dalam sambutan Menteri Agama yang dibacakan Bupati Empat Lawang. Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, termasuk kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence), Kementerian Agama dituntut untuk tidak tertinggal. ASN Kemenag diharapkan mampu beradaptasi, bersikap responsif terhadap perubahan, serta tetap menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan.

Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi nilai-nilai keagamaan, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan kualitas edukasi keagamaan, serta memperkuat pesan-pesan toleransi dan moderasi beragama.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menyambut baik semangat tersebut. Kehadiran langsung Bupati Joncik Muhammad dalam upacara HAB ke-80 dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peran strategis Kementerian Agama, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Empat Lawang yang majemuk.

Tak hanya berhenti pada upacara, rangkaian peringatan HAB ke-80 di Kabupaten Empat Lawang juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Usai upacara, Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang menggelar cek kesehatan gratis bagi masyarakat, sebuah kegiatan yang mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan umat.

Selain itu, kegiatan istighosah turut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual, memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa dan daerah. Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik dan kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan spiritual dan nilai-nilai moral.

Kemenag Kabupaten Empat Lawang juga menyalurkan bantuan ke panti asuhan sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan semangat bagi anak-anak panti asuhan untuk terus menatap masa depan dengan optimisme.

Momen peringatan HAB ke-80 ini juga menjadi ajang penghargaan bagi para ASN yang telah mengabdikan diri dengan penuh loyalitas. Sejumlah ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang menerima Satya Karya Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan pengabdian mereka selama bertahun-tahun dalam melayani negara dan masyarakat.

Penyerahan tanda kehormatan tersebut disambut haru dan bangga oleh para penerima. Bagi mereka, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas kerja keras dan komitmen dalam menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan.

Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Empat Lawang pun menjadi refleksi bersama tentang makna pengabdian, kerukunan, dan sinergi. Di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi yang terus berubah, Kementerian Agama diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Empat Lawang siap terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Empat Lawang yang rukun, damai, dan sejahtera.

Peringatan HAB ke-80 ini bukan sekadar perayaan usia institusi, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Komitmen untuk merawat kerukunan, memperkuat sinergi, dan menghadirkan Indonesia yang damai, dimulai dari daerah, dari Empat Lawang, untuk Indonesia. (TIM)

Share:

Monday, December 22, 2025

Tak Lagi Numpang! Diskominfo Empat Lawang Siap Punya Kantor Megah Sendiri, Ini Bocoran Besarnya Perubahan di Tahun 2026

Empat Lawang UKN

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang kembali menorehkan langkah penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Setelah bertahun-tahun “menumpang” di kantor pinjaman, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Empat Lawang akhirnya bersiap menempati kantor baru yang representatif di kawasan perkantoran Pemkab Empat Lawang. Gedung baru ini direncanakan mulai difungsikan penuh pada tahun 2026 mendatang, menandai babak baru transformasi layanan informasi dan komunikasi di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Empat Lawang, Sumitro Sukma Bahagia, saat melakukan peninjauan kondisi bangunan kantor baru pada Senin (22/12/2025). Gedung tersebut berdiri strategis, tepat di belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Empat Lawang, sebuah lokasi yang dinilai sangat ideal untuk mendukung koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Selama ini, Diskominfo Empat Lawang diketahui belum memiliki kantor definitif. Aktivitas dinas yang berperan vital dalam pengelolaan informasi publik, teknologi informasi, persandian, hingga hubungan media itu masih berlangsung di kantor pinjaman milik Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Empat Lawang.

Kondisi tersebut tentu bukan tanpa tantangan. Keterbatasan ruang, sarana pendukung yang belum sepenuhnya ideal, hingga kebutuhan akan infrastruktur teknologi informasi yang memadai menjadi kendala tersendiri dalam menjalankan tugas-tugas strategis Diskominfo.

“Diskominfo itu jantungnya informasi pemerintah daerah. Mulai dari pengelolaan website resmi, media sosial, layanan informasi publik, sampai pengamanan data dan persandian. Tentu butuh kantor yang representatif,” ujar Sumitro Sukma Bahagia dalam peninjauan tersebut.

Karena itu, kehadiran gedung baru ini bukan sekadar perpindahan fisik semata, tetapi juga simbol peningkatan kapasitas dan profesionalisme Diskominfo Empat Lawang.

Menurut Sumitro Sukma Bahagia, secara umum proses pembangunan gedung kantor baru Diskominfo telah selesai. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi sebelum gedung tersebut benar-benar digunakan secara optimal.

“Insyaallah tahun depan, 2026, gedung ini sudah kita fungsikan. Pembangunannya sudah selesai, tinggal penyempurnaan di beberapa bagian,” katanya optimistis.

Ia menjelaskan bahwa kekurangan yang ada tidak bersifat fundamental atau menghambat operasional utama. Beberapa penyesuaian dan perbaikan bisa dilakukan secara bertahap sambil kantor sudah mulai digunakan.

“Kalau ada kekurangan-kekurangan kecil, insyaallah bisa kita benahi sambil jalan. Yang penting gedung ini sudah bisa dipakai dan aktivitas Diskominfo bisa berjalan lebih maksimal,” tambahnya.

Letak kantor baru Diskominfo yang berada di kawasan inti perkantoran Pemkab Empat Lawang dinilai membawa banyak keuntungan. Kedekatan dengan Kantor Setda membuat koordinasi antar-OPD, khususnya dalam hal publikasi kebijakan, dokumentasi kegiatan pimpinan daerah, hingga pengelolaan informasi strategis, dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

“Selama ini, kalau jarak kantor jauh, koordinasi juga butuh waktu. Dengan lokasi yang strategis ini, kami berharap pelayanan informasi ke publik bisa semakin cepat dan akurat,” ungkap Sumitro.

Tak hanya itu, keberadaan Diskominfo di jantung perkantoran Pemkab juga memperkuat perannya sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan transparansi.

Diskominfo memiliki peran sentral dalam mendorong digitalisasi pemerintahan daerah. Mulai dari pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pengelolaan jaringan internet antar-OPD, hingga layanan pengaduan masyarakat berbasis digital, semuanya berada di bawah naungan dinas ini.

Dengan adanya kantor baru yang lebih luas dan memadai, diharapkan Diskominfo Empat Lawang dapat meningkatkan kinerja dan inovasi.

“Kantor baru ini nantinya bukan hanya tempat kerja, tapi pusat pengembangan teknologi informasi daerah. Kita ingin Diskominfo menjadi motor penggerak transformasi digital di Empat Lawang,” tegas Sumitro.

Ia juga menyinggung pentingnya ruang kerja yang mendukung kolaborasi, ruang server yang aman, serta fasilitas pendukung lainnya yang selama ini sulit diwujudkan di kantor pinjaman.

Meski masih perlu sejumlah penyempurnaan, gedung baru Diskominfo Empat Lawang sudah memunculkan harapan besar, baik bagi internal dinas maupun bagi masyarakat.

Bagi pegawai Diskominfo, kantor baru berarti kenyamanan kerja, ruang yang lebih tertata, serta fasilitas yang mendukung produktivitas. Sementara bagi masyarakat, ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem informasi yang transparan, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan.

“Pelayanan informasi publik itu hak masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami ingin memastikan hak itu bisa dipenuhi dengan maksimal,” kata Sumitro.

Namun demikian, Sumitro Sutkma Bahagia dak menutup mata terhadap tantangan yang masih harus dihadapi. Selain penyempurnaan fisik gedung, Diskominfo juga dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar sejalan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat.

“Kantor boleh baru, tapi yang paling penting adalah SDM dan sistemnya. Itu yang terus kita benahi,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari pimpinan daerah dan seluruh stakeholder agar Diskominfo dapat menjalankan perannya secara optimal di gedung baru nanti.

Pembangunan dan pemungsian  kantor baru Diskominfo ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam memperkuat kelembagaan dan pelayanan publik.

Di tengah tuntutan masyarakat akan keterbukaan informasi, kecepatan layanan, dan pemanfaatan teknologi digital, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa Pemkab Empat Lawang tidak ingin tertinggal.

“Ini bukan sekadar gedung, tapi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang modern dan responsif,” pungkas Sumitro.

Dengan rencana pemungsian  pada tahun 2026, masyarakat Empat Lawang kini menanti: akankah gedung baru Diskominfo ini benar-benar menjadi pusat perubahan dan inovasi? Satu hal yang pasti, era “numpang kantor” segera berakhir, dan Diskominfo Empat Lawang siap melangkah ke babak baru. (TIM)

Share:

Featured Post

Bupati Empat Lawang Takziah ke Rumah Duka Almarhum H. Alex Noerdin, Sampaikan Doa dan Belasungkawa Mendalam

KABAG TAPEM

KABID BM PUPR

KABID KESMAS

PDAM 4L

SMAN 1 LK

SMAN 3 TT

SMAN 1 PENDOPO

SMAN 1 MUARA PINANG

SMAN 2 TT

SMKN 2 PENDOPO

SMPN 7 TT

SDN 5 TT

SDN 26 TT

SDN 4 TP

SDN 3 TP

SDN 2 TP

Cari di web ini

Tag

Recent Posts