Tuesday, January 6, 2026

Bukan Sekadar Upacara! Bupati Joncik Muhammad Tegaskan Kerukunan sebagai “Energi Bangsa” di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Empat Lawang

 Empat Lawang – UKN

Suasana khidmat bercampur semangat kebangsaan terasa kuat di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Empat Lawang, Senin pagi (5/1/2026). Ratusan peserta dari berbagai unsur memadati lokasi untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun, upacara kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di bawah kepemimpinan langsung Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, peringatan HAB menjadi panggung penegasan pentingnya kerukunan umat sebagai fondasi kokoh Indonesia yang damai.



Sejak pagi, barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kabupaten Empat Lawang telah tersusun rapi. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, instansi vertikal, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para tamu undangan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini seolah menjadi simbol nyata dari semangat sinergi yang diusung dalam peringatan HAB ke-80 tahun ini.

Mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai”, upacara peringatan HAB ke-80 terasa relevan dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dengan penuh penekanan dan penghayatan.

Dalam sambutan tersebut, pesan tentang kerukunan menjadi sorotan utama. Kerukunan, menurut Menteri Agama, bukanlah konsep pasif yang hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik. Lebih dari itu, kerukunan adalah kekuatan aktif yang mampu menggerakkan bangsa menuju kemajuan.

“Kerukunan bukan sekadar kondisi tanpa konflik. Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ungkap Bupati Joncik Muhammad saat membacakan sambutan tersebut.

Pernyataan ini mendapat perhatian serius dari para peserta upacara. Di tengah tantangan global, perbedaan pandangan, serta derasnya arus informasi di era digital, pesan tentang kerukunan terasa semakin penting dan mendesak. Kerukunan bukan lagi sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa.

Lebih lanjut, Bupati Joncik menegaskan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah memainkan peran strategis sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Peran tersebut bukan hanya hadir dalam wacana, tetapi diwujudkan melalui program dan kebijakan konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Selama 80 tahun, Kementerian Agama konsisten hadir sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama dalam bingkai kebangsaan. Peran itu diwujudkan melalui penguatan pendidikan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga transformasi digital layanan keagamaan yang manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Transformasi digital menjadi salah satu poin penting dalam sambutan Menteri Agama yang dibacakan Bupati Empat Lawang. Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, termasuk kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence), Kementerian Agama dituntut untuk tidak tertinggal. ASN Kemenag diharapkan mampu beradaptasi, bersikap responsif terhadap perubahan, serta tetap menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan.

Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi nilai-nilai keagamaan, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan kualitas edukasi keagamaan, serta memperkuat pesan-pesan toleransi dan moderasi beragama.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menyambut baik semangat tersebut. Kehadiran langsung Bupati Joncik Muhammad dalam upacara HAB ke-80 dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peran strategis Kementerian Agama, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Empat Lawang yang majemuk.

Tak hanya berhenti pada upacara, rangkaian peringatan HAB ke-80 di Kabupaten Empat Lawang juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Usai upacara, Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang menggelar cek kesehatan gratis bagi masyarakat, sebuah kegiatan yang mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan umat.

Selain itu, kegiatan istighosah turut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual, memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa dan daerah. Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik dan kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan spiritual dan nilai-nilai moral.

Kemenag Kabupaten Empat Lawang juga menyalurkan bantuan ke panti asuhan sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan semangat bagi anak-anak panti asuhan untuk terus menatap masa depan dengan optimisme.

Momen peringatan HAB ke-80 ini juga menjadi ajang penghargaan bagi para ASN yang telah mengabdikan diri dengan penuh loyalitas. Sejumlah ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang menerima Satya Karya Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan pengabdian mereka selama bertahun-tahun dalam melayani negara dan masyarakat.

Penyerahan tanda kehormatan tersebut disambut haru dan bangga oleh para penerima. Bagi mereka, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas kerja keras dan komitmen dalam menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan.

Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Empat Lawang pun menjadi refleksi bersama tentang makna pengabdian, kerukunan, dan sinergi. Di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi yang terus berubah, Kementerian Agama diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Empat Lawang siap terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Empat Lawang yang rukun, damai, dan sejahtera.

Peringatan HAB ke-80 ini bukan sekadar perayaan usia institusi, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Komitmen untuk merawat kerukunan, memperkuat sinergi, dan menghadirkan Indonesia yang damai, dimulai dari daerah, dari Empat Lawang, untuk Indonesia. (TIM)

Share:

0 komentar:

Featured Post

Bukan Sekadar Upacara! Bupati Joncik Muhammad Tegaskan Kerukunan sebagai “Energi Bangsa” di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Empat Lawang

BKPSDM 4 LAWANG

KABAG TAPEM 4 LAWANG

KABID ANGGARAN 4 LAWANG

Cari di web ini

Tag