Friday, February 27, 2026

Subhanallah! Pagi Penuh Berkah di SDN 10 Tebing Tinggi, Ratusan Siswa Serentak Sholat Dhuha dan Baca Yasin di Bulan Ramadhan

Empat Lawang UKN

Suasana berbeda tampak di halaman SD Negeri 10 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, pada Jumat pagi, 27 Februari 2026. Di tengah sejuknya udara Ramadhan, ratusan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 bersama para guru melaksanakan sholat dhuha berjemaah dengan penuh kekhusyukan. Pemandangan itu bukan sekadar rutinitas ibadah biasa, melainkan bagian dari pembinaan karakter religius yang terus digalakkan pihak sekolah.

Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa telah bersiap dengan mukena dan perlengkapan sholat masing-masing. Barisan anak-anak yang biasanya riuh dengan canda, pagi itu tampak tertib dan tenang. Guru-guru mengarahkan dengan sabar, memastikan saf tersusun rapi. Lantunan niat dan takbir menggema lembut, menyatu dengan semangat Ramadhan yang membawa kesejukan spiritual di lingkungan sekolah.

Kegiatan sholat dhuha berjemaah ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk kebiasaan baik sejak dini. Di usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada dalam fase emas pembentukan karakter. Apa yang ditanamkan hari ini akan menjadi pondasi bagi masa depan mereka.

Kepala sekolah Marlin Suryani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni Ramadhan, tetapi merupakan bagian dari program pembiasaan ibadah di sekolah.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka bulan Ramadhan dan sekaligus memperkenalkan serta mempraktikkan bagaimana cara sholat dhuha bagi peserta didik, khususnya siswa SD Negeri 10. Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga benar-benar bisa melaksanakannya,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata. Nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui sholat dhuha berjemaah, siswa belajar tentang ketertiban, kekompakan, serta kekhusyukan dalam beribadah.

Sholat dhuha sendiri merupakan salah satu sholat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, sholat dhuha juga diyakini membuka pintu rezeki dan mempermudah segala urusan. Dengan membiasakan siswa melaksanakan sholat dhuha, sekolah berharap nilai-nilai kebaikan tersebut tertanam kuat dalam diri anak-anak.

Tak hanya sholat dhuha, setiap Jumat pihak sekolah juga rutin mengadakan pembacaan Surah Yasin bersama. Tradisi ini telah menjadi agenda tetap yang dinanti-nantikan para siswa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca bersama-sama menciptakan suasana religius yang menyentuh hati.

“Selain sholat dhuha, setiap Jumat kami juga mengadakan pembacaan Yasin bersama. Ini menjadi bagian dari pembinaan rohani anak-anak agar mereka semakin dekat dengan Al-Qur’an,” tambah Ibu Marlin.

Suasana pembacaan Yasin pagi itu terasa begitu khidmat. Anak-anak membaca dengan suara lantang namun tetap tertib. Guru-guru mendampingi, membetulkan tajwid dan pelafalan jika ada yang kurang tepat. Tidak sedikit orang tua yang merasa bangga melihat perubahan positif pada anak-anak mereka setelah mengikuti kegiatan rutin ini.

Salah satu guru agama di sekolah tersebut, Rahayu, turut memberikan siraman rohani sebagai penutup kegiatan. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya menjaga sholat, berbuat baik kepada orang tua, serta memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal kebaikan.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Anak-anak harus belajar sejak sekarang untuk mencintai sholat dan Al-Qur’an. Jika sejak kecil sudah terbiasa, insyaAllah hingga dewasa akan tetap istiqamah,” tutur beliau dalam ceramah singkatnya.

Siraman rohani tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Anak-anak tampak menyimak dengan penuh perhatian. Sesekali terdengar jawaban serempak ketika guru memberikan pertanyaan ringan seputar makna puasa dan pentingnya berbuat baik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara guru dan murid. Ibadah yang dilakukan bersama menciptakan kedekatan emosional yang lebih dalam dibandingkan interaksi di ruang kelas biasa. Di momen seperti inilah nilai keteladanan benar-benar terlihat. Anak-anak tidak hanya mendengar nasihat, tetapi juga melihat langsung praktik ibadah yang dicontohkan para guru.

Masyarakat sekitar pun memberikan apresiasi terhadap kegiatan positif tersebut. Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, pembinaan karakter berbasis agama dianggap sebagai langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

Program pembiasaan ibadah ini sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan peserta didik yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat. Pendidikan karakter menjadi prioritas utama, karena keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari sikap dan perilaku sehari-hari.

Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat program ini. Suasana spiritual yang memang sedang meningkat di tengah masyarakat dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan secara lebih intensif. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan variasi program keagamaan lainnya.

Bagi para siswa, pengalaman sholat dhuha berjemaah di sekolah menjadi kenangan yang membekas. Mereka belajar bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar matematika dan bahasa, tetapi juga tempat menumbuhkan iman dan takwa.

Senyum polos dan wajah-wajah ceria usai kegiatan menjadi bukti bahwa pembelajaran spiritual dapat dikemas dengan suasana menyenangkan. Anak-anak kembali ke kelas dengan hati yang lebih tenang, siap mengikuti pelajaran dengan semangat baru.

Apa yang dilakukan SD Negeri 10 Tebing Tinggi patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di Kabupaten Empat Lawang. Di tengah arus modernisasi, menjaga nilai-nilai religius sejak usia dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. Di SD Negeri 10 Tebing Tinggi, semangat itu nyata terasa. Dari saf-saf kecil yang tersusun rapi, dari lantunan Yasin yang menggema, hingga siraman rohani yang menyentuh hati - semuanya menjadi bukti bahwa generasi Qurani sedang tumbuh di Bumi Empat Lawang.

Dan Jumat pagi itu, menjadi saksi bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang menyentuh hati. (TIM)

 

 

 

 

Share:

0 komentar:

Featured Post

Bupati Empat Lawang Takziah ke Rumah Duka Almarhum H. Alex Noerdin, Sampaikan Doa dan Belasungkawa Mendalam

BKPSDM 4 LAWANG

KABAG TAPEM 4 LAWANG

KABID ANGGARAN 4 LAWANG

Cari di web ini

Tag