Sunday, September 22, 2019

Koq, Basmallah ? Mengapa tidak langsung saja “Bismillahirrahmanirrahim” ?

Koq, Basmallah ? 
Mengapa tidak langsung saja “Bismillahirrahmanirrahim” ?

Akhir-akhir ini sering kita mendengar pembawa cara dalam sebuah acara
mengajak hadirin, audien untuk membuka acara resmi dengan ucapan “ mari kita mengucapkan  Basmallah “ dan dibalas dengan oleh hadirin dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”. Dan acara selanjutnya pun di mulai. Dahulu para pembawa acara yang sering penulis dengar, mereka tidak meminta hadirin, audien untuk mengucapkan basmallah, tetapi langsung kepada mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” 

Ada hal yang menggelitik penulis atas dua kalimat ajakan tersebut. Pertama pada kalimat Basmallah pembawa acara secara lugas meminta hadirin untuk mengucapkan kalimat Bismillahirrahmanirrahim.  Dan hadirin pun mengucapkan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim”. Pada fase ini hadirin dapat dibenarkan karena pembawa acaranya meminta untuk mengucapkan kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” setelah itu selesai. Akan berbeda halnya pada kalimat Kedua yaitu kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” itu sendiri. Bila pembawa acaranya meminta hadirin atau audien untuk mengucpkan kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” supaya acara berlangsung dengan baik dan selamat. Lantas hadirin mau jawab dengan ucapan apa ? disinilah yang menggelitik penulis untuk sumbang saran bagi kita semua. Bila setuju diambil yang tidak setuju tidak apa-apa.

Kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” yang aslinya dalam bahasa arab yang kalau di Indoensiakan terurai menjali kalimat - kalimat :
1.  Bismi, artinya dengan menyebut (nama) Allah, (Nama Tuhan yang maha suci dan maha tinggi)
2.    Rahman, Nama Sifat Allah yang Maha Pengasih dan
3.    Rahim, Nama Sifat Allah yang Maha Penyayang.

Dan bila disatukan menjadi kalimat “ Dengan Menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang “. Disini jelas bila pembawa acara meminta hadirin atau uadien untuk mengucapkan dengan ucapan, “ mari kita mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” agar acara ini dapat berlangsung dengan baik dan sesuai rencana.” Ini artinya pembawa acara meminta hadirin untuk menyebut Nama Allah. Mestinya hadirin mengucapkan yaa Allah, yaa rahman yaa rahim.

Jadi dengan uraian singkat diatas makna yang terkandung dalam kalimat “Bismillah” jelas dan terang adalah ajakan untuk menyebut (nama) ALLAH Swt.  Bila pembawa acara mengajak untuk mengucapkan “Bismillah” maka seharusnya kita menjawab dengan jawaban “ Allah”. Sama juga bila pembawa acara mengucapkan “ Takbir“. Apakah kita lantas mengucapkan” Takbir “ Pula ?. Tentu tidak demikian. Kita membalas ucapan itu dengan mengucapkan “ Allahu Akbar. Atau pembawa acara mengucapkan “ Sholawat dan salam kita persembahkan kepada junjungan kita dst..”. Kita tentu langsung mengucapkan “ Allahumma sholi a’la muhammad dst”.

Ucapan “ Allah “ yang diucapkan baik secara lahir maupun bathin atau baik dizhohirkan ataupun di “sir” kan. Karena dengan menyebut (Nama) Allah secara terus menerus bil khusus pada lafaz “Sir”, maka insyah Allah kita berada pada kondisi “Wahuwa Ma'akum Ayna Maa Kuntum"  yang artinya “ …. dan DIA bersama kamu di mana saja kamu berada ….” QS: Hadid Ayat 4. Selain itu dengan mengucap Lafaz Allah yang di “sir” kan secara terus menerus maka kita telah melaksanakan apa yang disebut dalam Al Qur’an dengan ucapan zikrullah (Zikir) dengan menyebut (nama) Allah. Sehingga dengan demikian apa yang diperintahkan Al Qur’an dalam Surat Anisah 103 “ Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. “

Pada Kalimat “ Ingatlah “ ini kalau memang kita memang benar-benar ingat, pasti akan tersebut setidaknya didalam hati (Sir). Sebab sudah menjadi qodrat manusia, yang apa bila teringat akan sesuatu, maka akan terlintas /tersebut / terucap di dalam hati kita. “ Ingatlah Allah“ maka yang terucap dalam hati adalah “ Allah “. Dan bila terucap “ Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, ….” terus menerus di waktu berdiri, “ Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, ….” di waktu duduk dan, “ Allah, Allah, Allah, Allah, Allah, ….” di waktu berbaring, maka itulah yang dinamakan Zikrullah atau zikir dengan menyebut (nama) Allah yang perintahkan oleh Al Qur’an dalam Surat Anisah 103.

Kembali kepada pokok pembahasan diatas. Ajakan Basmallah oleh pembawa acara sepertinya kurang pas bila kita ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena  kalimat perintah atau ajakan “ basmallah” hanya sebatas mengajak untuk mengucapkan kalimat “Bismillah”. Sementara kalimat ajakan / perintah Bismillah itu sendiri mengandung ajakan untuk menyebut nama Allah. Semuanya ini penulis kembalikan kepada pembaca semua untuk memilih yang terbaik agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Aamiin….Wallahualam bisawab.

Share:

3 komentar:

DEA RIZKI said...

👍🏻👍🏻

Essen Ikan Bawal Galatama said...

Thanks for sharing infonya..

bam dum tus said...

ayo daftarkan diri anda di 4g3n365*c0m :D
WA : +85587781483

Featured Post

Geliat Petani Porang Empat Lawang

Cari di web ini

Tag